5 Pesona Museum Di Kota Pendidikan Jogjakarta

5 Pesona Museum Di Kota Pendidikan Jogjakarta

5 Pesona Museum Di Kota Pendidikan Jogjakarta

5 Pesona Museum Di Kota Pendidikan Jogjakarta
jogja day

Pesona Museum Kota Pendidikan Jogjakarta –  Museum adalah organisasi non profit permanen yang memenuhi kebutuhan masyarakat dengan cara mengumpulkan, melestarikan, meneliti, mengkomunikasikan dan memajangkan benda kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan belajar, pendidikan dan hiburan. Oleh karena itu, dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran bagi para sarjana, dokumen untuk keadaan khusus masyarakat tertentu, atau dokumen dan gagasan imajinatif di masa yang akan datang. Sejak 1977, setiap 18 Mei menjadi Hari Museum Internasional.

Keberadaan museum sangat penting karena mempunyai tanggung jawab dan fungsi untuk memelihara, mempromosikan, dan mengembangkan budaya masyarakat yang berwujud dan tidak berwujud. Melalui informasi yang dihadirkan oleh ruang pajangan dan pameran, museum Indonesia menjadi sarana komunikasi dan jembatan yang dapat menstimulasi kesadaran dan pengetahuan masyarakat.

Mengingat museum tidak hanya sebagai pelindung cagar budaya, tetapi juga sebagai wadah pengembangan ideologi, disiplin dan pengetahuan masyarakat, maka keberadaan museum di Indonesia sangatlah penting. Jogja memang selalu menjadi tempat yang istimewa. Jika kota gudeg ini adalah tujuan Kota destinasi yang akan kalian singgahi, Anda dapat dengan mudah membuat rencana liburan. Fasilitas lengkap dan banyak pilihan. Cobalah untuk pergi ke wisata sejarah dan budaya dari waktu ke waktu, kemudian pergi ke berbagai museum di Yogyakarta. Selain menambah ilmu, Anda bisa bersantai dan menikmati suasana yang tenang. Di mari kita akan membahas beberapa museum yang berada dikota pendidikan atau kota gudeg jogjakarta.

1.  Museum Sonobudoyo

Museum Sonobudoyo
pinterest

visit-palau – Museum Sonobudoyo adalah museum sejarah dan budaya Jawa. Itu dianggap sebagai museum terlengkap kedua setelah Museum Nasional Indonesia di Jakarta. Museum Sonobudoyo merupakan bagian dari Museum Budaya Jawa Surakarta yang sebelumnya bernama Java Institute.

Museum ini dibangun pada tahun 1924 dan dibuka pada tahun 1934 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono VII. Nama museum dipilih Sonobudoyo, sumbernya dari kata “Sono” yang artinya “tempat”, dan “budoyo” yang artinya kebudayaan. Museum Sonobudoyo dikelola oleh Pemerintah Provinsi Yogyakarta. Pada tahun 1974, dipindahkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Namun sesuai dengan kebijakan otonomi daerah, pengelolaan museum kembali dialihkan ke Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Museum ini dibangun oleh Ir. Thomas Karsten serta pembimbing dan konsultan Ir. L.J. Moens.

Museum Sonobudoyo terbagi menjadi dua unit tersendiri. Unit pertama Museum Sonobudoyo terletak di dekat Alun-Alun Keraton Yogyakarta dan berbentuk rumah joglo. Rumah Joglo ini mengikuti gaya Masjid Keraton Kasepuhan Cirebon dan dilengkapi dengan gazebo. Sedangkan unit kedua Museum Sonobudoyo terletak di kawasan Wijilan. Untuk memasuki kedua lokasi tersebut, pengunjung hanya perlu membayar di museum pertama. Di mari terdapat banyak menyimpan koleksi seperti:

– Mulai dari Koleksi Keris = Seluruh nusantara tercatat sekitar 1.200 gili. Misalnya, Java Luke 7 form, Java Luke 11 form Java Hornworm. Untuk yang berasal dari luar Jawa, ada Keris Rencong dari Aceh dan Mandau dari Kalimantan.

– Lalu terdapat Koleksi Batik = Di museum ini berbagai jenis batik jawa juga sangat lengkap. Jangan lupakan semua alat batik tradisional, seperti: Canting, kompor kecil dan kain lap. Pengunjung juga bisa melihat hasil batik pada maneken. maneken itu disusun seperti pengantin baru dengan gaun batik. Tidak hanya itu pula ada bermacam perlengkapan nada klasik, semacam selengkap Klonengan Jawa serta Klonengan Cirebon.

– Lalu terdapatb pula Koleksi Buku Kebudayaan = Museum Sonobudoyo juga memiliki perpustakaan manuskrip dan buku yang berhubungan dengan kebudayaan. Ada manuskrip seperti Babad Tanah Jawa, Babad Diponegoro yang muncul di manuskrip berupa daun lontar. Perpustakaan ini dapat digunakan untuk mencari referensi saat melakukan penelitian. Namun perpustakaan ini hanya buka pada hari kerja. Wisatawan pula butuh membagikan data serta data individu mengenai tujuan dapat masuk ke perpustakaan.

Terdapat Gapura Bali saat keluar dari gedung museum, pengunjung akan dibawa menuju gerbang Bali. Gerbang ini menandakan bahwa pengunjung telah memasuki kawasan Bali. Kawasan ini memamerkan koleksi yang berkaitan dengan adat istiadat, budaya dan seni masyarakat Bali. Di belakang pintu ada Bale Gede, yang sedang mencuci tubuh dan mempersembahkan korban. Namun, ini adalah tempat musyawarah. Museum Sonobudoyo di Yogyakarta juga sering menyelenggarakan wayang kulit ala Yogyakarta. Wayang kulit merupakan acara yang bercerita tentang berbagai hal melalui media Wayang yang terbuat dari bahan kulit. Pengunjung dapat menikmati pertunjukan wayang kulit pada pukul 20.00 WIB dari hari Senin hingga Sabtu. Dengan membayar biaya sebesar Rp 20.000, pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan wayang kulit selama 2 jam.

Harga tiketnya Rp 3.000 untuk dewasa dan Rp 2.500 untuk anak-anak. Jika wisatawan berkelompok, tarifnya bisa lebih murah. Artinya, dewasa Rp 2.500 dan anak Rp 2.000.
Museum ini buka di hari Selasa sampai Minggu mulai jam 08. 00 Wib sampai 15. 30 Wib. Spesial di hari Jumat, museum ini tutup lebih dini ialah jam 14. 00 Wib. Buat hari Senin museum tidak beroprasi. Untuk pertunjukan wayang mulai hari senin sampai sabtu mulai jam 20.00 sampai jam 22.00 WIB.

2. Museum Affandi

Museum Affandi
yogies

tempatwisata.pro – Seperti namanya, Museum Afandi dinamai menurut nama pelukis Afandi. Konon museum ini dirancang sendiri oleh pelukis terkenal berdasarkan lukisan-lukisan yang akan dijual. Beberapa bangunan (galeri) dapat ditemukan di Museum Afandi saat ini. Galeri I dibangun oleh Afandi sendiri dan dibuka pada tahun 1974.
Tidak hanya itu, untuk Galerie II, pemerintah dibantu oleh Presiden Soeharto. Galeri Kedua dibuka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tanggal 9 Juni 1998. Galeri ketiga dibangun oleh Yayasan Affandi pada tahun 1999 dan dibuka pada tahun 2000 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Pada saat yang sama, galeri terakhir, Galeri IV, dibangun pada tahun 2002 untuk menampilkan lukisan-lukisan menakjubkan keluarga Afandi.

Tak sulit menemukan museum ini karena terletak di jalan raya Jogja-Solo. Mengunjungi Museum Afandi akan membuat pengunjung seolah-olah mengikuti kehidupan pelukis Afandi. Jika wisatawan berencana mengunjungi Museum Afandi, aktivitas yang dapat mereka lakukan antara lain:

– Terdapat Café Loteng = Tempat menarik yang wajib dikunjungi di sini adalah CaféLoft yang merupakan basement rumah. Konon rumah tradisional berlantai dua ini dulunya adalah kediaman pribadi Afandi. Kafe ini menjual berbagai minuman dan makanan kepada para wisatawan dan turis. Bersamaan dengan itu, di lantai atas rumah, pengunjung bisa langsung melihat kamar pribadi Affandi.

– Lalu terdapat Galeri I = Galeri I adalah sebuah bangunan di Museum Affandi yang dibuka oleh seorang pelukis. Di galeri ini pengunjung bisa melihat berbagai barang berharga dari kehidupan Afandi. Mobil kuning Colt Gallan (Colt Gallan) kuning dari tahun 1976 kini telah diubah menjadi bentuk ikan, Atau sepeda onthel tua yang masih dalam perawatan dengan baik, Selain barang-barang pribadi Afandi, pengunjung juga bisa mengagumi lukisan Afandi di Galeri I. Sejak awal, seniman telah mengabdikan dirinya pada lukisan yang dia buat di akhir hidupnya, Tak hanya itu, pengunjung juga bisa mendapatkan berbagai penghargaan dari Affandi dari Asia dan Eropa. Penghargaan tersebut dipajang di lemari kaca di tengah galeri. Ada pula celana panjang warna-warni yang kerap digunakan Affandi saat melukis. Intinya, di Galeri I, wisatawan seakan dibawa buat memahami lebih jauh mengenai Affandi serta asal usul hidupnya.

– Lalu kita beralih ke Galeri II = Jika pengunjung ingin melihat lukisan realistik, silakan kunjungi lantai dua Galeri II Museum Afandi. Beragam lukisan realistik mulai dari pelukis pemula hingga mahir dipamerkan.

– Lalu selanjutnya kita beranjak ke Galeri III dan Galeri IV = Museum Seni Afandi No. 3 memiliki dua lantai. Di lantai dua, pengunjung bisa melihat galeri lukisan putri Afandi, Kartika Afandi. Lukisan Kartika yang terkenal antara lain “Apa salahku? Kenapa ini?” Pada Februari 1999. Untuk galeri keempat sendiri, pengunjung bisa melihat berbagai lukisan karya cucu Afandi, Didi. Selain itu, pengunjung bisa menyaksikan dan mengagumi keeksotisan langit-langit Galeri IV yang dijalin dari bambu. Ini mungkin disengaja agar galeri ini terlihat lebih tradisional dan memiliki budaya Indonesia yang tak lekang oleh waktu.

– Lalu terdapat Sanggar Gajah Wong = Studio Gajah Wong terletak di Galeri III, sebuah bangunan tiga lantai di dalam museum. Studio ini terletak di lantai satu gedung multifungsi dengan atap berbentuk daun pisang bergaris. Sanggar Gajah Wong didirikan sebagai wadah bagi anak-anak yang ingin mempelajari dunia seni lukis. Di sini, pengunjung bisa melihat anak-anak mengasah ketrampilan menggambar dengan gembira.

Untuk harga tiket Museum Afandi bisa dikatakan terjangkau. Untuk pengunjung dewasa, harus membayar biaya masuk ke Museum Afandi sebesar Rp25.000. Untuk wisatawan asing dengan dewasa dan anak-anak akan dikenakan biaya masuk sebesar Rp 50.000. Umumnya, beberapa museum di Eropa tidak mengizinkan pengunjung untuk membawa kamera jenis apa pun. Pasalnya, flash dari kamera dan ponsel akan mengurangi umur pengecatan internal. Di Museum Afandi, wisatawan yang membawa kamera SLR digital dan kamera lainnya dikenakan tarif Rp 20.000. Sedangkan wisatawan yang membawa kamera ponsel harus membayar Rp10.000.

Untuk jam buka biasanya museum akan buka dari hari Selasa hingga Minggu seperti halnya Museum Frederick. Namun, hal ini jelas tidak berlaku bagi museum lukisan pelukis Afandi Indonesia. Sebaliknya, Museum Afandi hanya buka pada hari Senin hingga Sabtu mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Bila wisatawan tiba pada hari Minggu serta hari prei nasional, minta memulai gigit jemari. Museum Affandi tidak buka pada hari merah serta minggu semacam Museum benteng Vredeburg.

Fasilitas yang ada di Museum Affandi ini menarik dari pada yang lainnya adalah gerobak tradisional. Ya, Maryati Affandi, istri pertama Affandi, kerap menggunakan gerobak ini sebagai tempat peristirahatan di siang hari. Sekarang, museum telah mengubah gerobak menjadi ruangan dengan dapur dan kamar mandi. Pengunjung yang ingin menggunakan toilet d;an fasilitas lainnya juga bisa memanfaatkannya di sini. Tak hanya itu, gerobak yang berukuran lumayan besar ini juga dijadikan Musala, tempat ibadah bagi keluarga dan wisatawan.

 

Baca Juga : 6 Tempat wisata di Sumatera Utara Ini Harus Kalian Kunjungi

 

3. Museum Wayang Kekayon

Museum Wayang Kekayon
gudegnet

Pertama kita akan membahas berkaitan tentang Museum Wayang Kekayon. Museum Wayang Kekayon didirikan oleh almarhum profesor. Dr Dr. KPH. Soejono Prawirohadikusumo (Guru Besar dan Psikiater UGM) didirikan pada tahun 1991 oleh KGPAA Paku Alam VIII. Museum ini mengoleksi berbagai macam boneka dari Indonesia. Selain sebagai objek wisata seni budaya, museum ini juga memiliki fungsi edukasi, penelitian dan sarana hiburan. Wayang merupakan kekayaan budaya luhur bangsa Indonesia, dan patut kita banggakan. Pencatatan Wayang sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO membuktikan hal ini. Museum ini juga nyaman dan asri, dengan tempat parkir yang luas dan paviliun yang megah, yang dapat digunakan untuk acara pernikahan, pameran, konferensi, pesta, dll.

Terdapat berbagai macam koleksi yang terdapat di Museum Wayang Kekayon ini. Di dalam kompleks Museum Wayang seluas 1,1 hektar ini, Anda bisa menyaksikan ribuan jenis wayang, seperti Wayang Purwa, Madya, Gedhoog, Klithik, Dupara, Diponegaran, Krucil, Golek, 100 Kurawa, dll. Beragam koleksi Wayang dengan sejarah ratusan tahun, seperti Wayang Golek Thengul, Wayang Madura, Bali dan Lombok. Sampai saat ini Wayang modern seperti Wayang Perjuangan / Suluh dan Wayang Republik kini sudah sering mereka pentas. Berbagai seri topeng Aneka kostum wayang kulit kuning Wayang Suluh Patung Wayang Wong berukuran asli.

Fasilitas dan sarana prasarana yang terdapat di Museum Wayang Kekayon. Bangunan yang ada termasuk auditorium dan fasilitas audio visual sebagai penjelasan awal kepada pengunjung. Selain itu, terdapat beberapa unit bangunan museum yang lebih kecil, seperti bangunan induk dengan gaya arsitektur Jawa, antara lain Kunzong, Pendapa, Longgang, Pelingjigan, Endalem dan Sarin Tengah. Ada juga bangunan pendapa berukuran besar yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan, seperti pernikahan, konferensi, pelatihan seni dan tamasya makan malam, serta menonton pertunjukan wayang golek. Koleksi astrologi boneka adalah daya tarik lainnya. Dengan kata lain, pengunjung bisa mencocokkan lambang zodiaknya dengan karakter wayang. Harga awal bengkel Wayang: Rp 20.000 per orang, Sanggar Mewarnai Wayang, Workshop menggambar wayang, Sanggar pembuatan wayang.

Untuk mengenai jam buka pada Museum Wayang Kekayon ini buka pada hari senin sampai dengan sabtu, sedangkan hari minggu tutup kecuali sudah ada reservasi terlebih dahulu. Jika pada hari seni sampai dengan jum’at buka mulai pagi pada pukul 08.30 – 14.00 WIB, sedangkan pada hari sabtu buka pada pukul 08.30 – 12.00 WIB.
Untuk biaya masuk ke museum ini dikenakan biaya yang cukup terjangkau yaitu untuk Pelajar/umum: Rp. 7.000,-/orang; jika untuk Wisatawan asing: Rp. 10.000,-/orang; jika kalian ingin memotret dikenakan biaya membawa kamera: Rp. 10.000,-.

 

Baca Juga : 5 Tempat Darmawisata di Solo yang Harus Dikunjungi

 

4. Museum Batik Yogyakarta

Museum Batik Yogyakarta
paket wisata jogja

Museum Batik Yogyakarta didirikan atas prakarsa pasangan Hadi Nugroho dan Dewi Sukaningsih untuk melindungi koleksi batik dan mendukung proses pembuatan batik. Koleksinya berjumlah sekitar 1.200 buah, meliputi kain batik tulis, peralatan membatik, dan perlengkapan seperti panci, anglo, dan miring.
Koleksi unggulannya meliputi berbagai kain batik dari abad ke-18 hingga awal abad ke-19 berupa kain panjang dan sarung. Koleksi lainnya antara lain batik karya Van Zuylen dan Oey Soe Tjoen, serta batik buatan tahun 1700-an. Kain batik Van Zuylen menampilkan gaya Eropa dengan memperkenalkan warna-warna baru selain merah dan biru klasik, ditambah gradien warna yang sempurna dengan garis-garis sederhana dan corak geometris yang sederhana, menghasilkan gaya dan komposisi ragam hias yang menarik.
Museum Batik Yogyakarta juga memberikan pelatihan membatik bagi pengunjung yang ingin belajar membatik dan bisa membawanya pulang.Pada tahun 2015, Museum Batik Yogyakarta menghasilkan” Batik Mengaktifkan Kit” buat mengajak angkatan millennial membatik dengan lebih gampang serta singkat . Museum Batik Yogyakarta beralamatkan di Jl. Dr. Sutomo 13A, Bausasran, Yogyakarta. Museum Batik Yogyakarta ini buka pada hari senin sampai dengan hari sabtu, jika hari minggu dan hari besar dimohon untuk reservasi terlebih dahulu. Buka mulai pagi pada jam 09.00 sampai dengan sore pada jam 15.00 WIB.

Untuk fasilitas yang terdapat di Museum Batik Yogyakarta ini disediakan fasilitas yang memadai seperti ruang tunggu yang terdapat AC maupun tidak ada AC nya, lalu disediakan juga free wifi, lalu terdapat tempat ibadah berupa musholla, trus disediakan juga tempat parkir yang luas, Toilet atau MCK, jika kalian ingin membeli buah tangan atau oleh – oleh dari tempat ini disini juga terdapat Souvenir Shop, dan yang menariknya lagi disini terdapat kantin kejujuran.

5. Museum Puro Pakualaman

Museum-Puro-Pakualaman
visiting jogja

visitingjogja.com-Citra sebagai kota budaya memiliki hubungan yang erat dengan Yogyakarta. Aura ini juga didukung oleh berbagai museum dan peninggalan budaya yang ada di setiap pelosok Yogyakarta, salah satunya adalah Museum Puro Pakualaman. Museum ini diselenggarakan oleh Bebadan, Museum Puro Pakualaman, dibuka pada tanggal 29 Januari 1981. Terletak di kompleks Puro Pakualaman, 2 kilometer sebelah timur Malioboro. Seluruh rangkaian terbagi menjadi 3 ruangan yang terletak di sisi timur kompleks keraton Puro Pakualaman. Melalui regol Wiwara Kusuma (berhias mahkota Praja Pakualaman dan tanda tumbuhan paru-paru), pintu inilah yang menyambut pengunjung Museum Puro Pakualaman.

Regol dibangun pada tanggal 7 Agustus 1884, pada masa pemerintahan paku Alam V. Ditandai dalam bahasa Jawa wiwara kusuma winayang, gotong royong, dan menjadi simbol perlindungan, keadilan dan kearifan. Singgasana Bognan Adipati Praja Paku Alamein yang terdiri dari dua buah kursi besar dan satu meja bundar berhiaskan ukiran warna merah dan kuning keemasan sangat indah di Museum Koleksi ini. Selain itu, juga dipamerkan sepasang cempuri (buah pinang), benda-benda indah, payung (payung) untuk tanggul naga dan satu set singgasana. Koleksi lainnya adalah organ dengan dapur Tanggung Blambangan dan organ besar yang dirancang oleh dua insinyur Belanda (masing-masing disebut kombakarna dan dasamuka). Di era VOC juga terdapat berbagai senjata, antara lain laras panjang dan pendek, karaben kaliber besar dan kecil, peluru dan penerima bayonet, serta berbagai senjata tikam dan tajam, senjata ini mengingatkan kita pada aturan VOC. Koleksi museum juga mencakup berbagai kostum Puro Pakualaman, antara lain kavaleri plan, punggawa, Pangeran Adipati Praja Pakualaman, Permaisuri Pangeran Adipati Praja Pakualaman dan kostum Bedoyo Samgita Hasta. Koleksi lainnya termasuk penggembala kuno Sri Puro Paku Alam VII dan kereta besar yang digunakan untuk ibadah resmi.

Museum Puro Pakualaman I Lokasi: Kompleks Puro Pakualaman Yogyakarta I Waktu kunjungan: Seninsampai dengan Kamis 08.00-13.00 WIB, Jumat 08.00 sampai dengan pukul 11.00 WIB, dan pada hari Sabtu, Minggu 08.00-13.00 WIB.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0